Created on 20 July 2011 Written by Murtiningrum
Hits: 880
Print

Relative Strength Index (RSI)
 

Metode ini memberikan informasi seberapa besar tekanan jual atau tekanan beli terhadap posisi transaksi suatu mata uang.


RSI adalah indikator oscillator yang mengukur kekuatan perbandingan antara besarnya perbedaan tingkat kenaikan harga dengan tingkat penurunan harga dalam  waktu tertentu. NB: oscillate  artinya “berkisar”.


Diperkenalkan pertama kali oleh J.Welles Wulder tahun 1978 pada bukunya New Concepts in Technical Trading Systems.

Nilai dari RSI adalah berada pada kisaran 0-100. Nilai default  untuk rentang waktu adalah 14.


Penggunaan RSI:

a. Harga mengalami konsolidasi (overbought/oversold) atau sideways,
b. Momentum pergerakan harga, bila bullish maka garis RSI menembus centerline (level 50) dari bawah. Berlaku sebaliknya, bila garis RSI menembus centerline (level  50) dari atas, maka terjadi bearish.

Level >= 70 adalah area overbougth.

Level <= 30 adalah area oversold.

Rekomendasi: ditambah lagi batasan overbought : oversold = 80:20


Cara penggunaan RSI ini adalah:

  1. Pada saat nilai RSI mencapai titik 30 atau di bawahnya, maka RSI berada pada keadaan oversold (Jenuh Jual), dalam keadaan ini, diperkirakan pada tempo waktu dekat akan terjadi perubahan trend dari jual menjadi beli.
  2. Pada saat ini RSI mencapai titik 70 atau diatasnya, maka RSI berada pada keadaan overbought (Jenuh Beli), dalam keadaan ini, diperkirakan pada tempo waktu dekat akan terjadi perubahan trend dari beli menjadi jual.
  3. Ketika RSI menembus level 50 dari bawah ke atas, maka merupakan konfirmasi beli.
  4. Ketika RSI menembus level 50 dari atas ke bawah, maka merupakan konfirmasi jual.

 

Contoh Penggunaan RSI – Periode 7





 

 

BOLLINGER BAND

Bollinger Band adalah sebuah indikator teknikal  yang berguna untuk mendefinisikan high – low / resistance – support, tingkat volatilitas harga, dan trend yang sedang berlangsung.

Indikator ini memiliki tiga garis utama yang bergerak mengikuti rata – rata pergerakan harga sepanjang periode tertentu. Tiga garis tersebut yaitu: upper band, lower band, dan middle band.


Teori Dasar Bollinger:

Harga akan bergerak dalam range upper band dan lower band. Bila ternyata keluar dari area tersebut maka akan kembali ke dalam area tersebut.

Teknik ini dikembangkan dengan menggunakan SMA (Simple Moving Average) dengan dua garis patokan trading dengan menggunakan rumus dari standar deviasi.


Cara mengguakan Bollinger Bands:

  1. Bollinger Bounce – berfungsi sebagai support & Resistance. Ketika harga berada di garis bollinger bawah, maka harga berkemungkinan kembali ke garis tenganhnya.
  2. Bollinger Squeeze dan Breakout – Bollinger squeeze atau sideways pada keadaan ini 2 garis Bollinger upper dan lower menyempit mengecil harga di tengah – tengah.

 

Contoh Penggunaan Bollinger Bands – Periode 20


 

 


 

Kantor Pusat

Senayan City
Panin Tower Lt. 22,
Jl. Asia Afrika Lot 19,
Jakarta 10270
Telp : +6221 7278 1710
Fax : +6221 7278 1721

PEKANBARU

Jl. Jendral Sudirman
Kompleks Perkantoran
Square Blok B1 No.17 & 19
Pekanbaru - RIAU
Telp : (0761) 38257; 38357
FAX  : (0761) 38257; 38357

SURABAYA

Graha Asia
Jl. Marmoyo No. 1,
Surabaya 60241
Telp : +6231 56789 95
Fax : +6221 56789 96

PONTIANAK

Jl. Budi Karya,
Komplek Villa Gama D/27
Pontianak 78121
Telp: +62561 748 888
Fax : +62561 767 300

MENARA IMPERIUM

Jl. HR. Rasuna Said
Kuningan Kav.1 Lt.17
Jakarta 12980
Telp : +6221 83707311
Fax : +6221 83707312

Plaza Kuningan

Jl. H.R Rasuna Said
Kav. C11 - 14
Menara Selatan Lt. 5
Jakarta 12940
Telp : +6221 52906828
Fax : +6221 52906728